Tampilkan postingan dengan label Manajemen Sumber Daya Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Sumber Daya Manusia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2011

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A.  Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah proses mengidentifikasi dan memilih serangkaian tindakan untuk menghadapi masalah tertentu atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan. Pengambilan keputusan dalam manajemen dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari tentu saja berbeda. Pengambilan keputusan dalam praktek manajemen adalah perhatian khusus, sistematik yang diberikan manajer pada pembuatan keputusan.

B. Waktu dan Hubungan Manusia Dalam Mengambil Keputusan
   Pengambilan keputusan menghubungkan keadaan organisasi masa kini dengan tindakan yang akan diambil organisasi untuk masa depan. Penggambilan keputusan menggunakan masa lalu sebagai pertimbangan manajer untuk mengambil keputusan yang terbaik kemajuan perusahaan di masa depannya. Dalam beberapa budaya, hubungan manusia lebih penting dalam memutuskan mengenai hubungan bisnis. Misalnya, masyarakat Cina percaya bahwa rencana selengkap apapun pasti akan menimbulkan masalah yang tak terlihat. Untuk mengatasi hal ini, seseorang harus mengandalkan pada jaringan hubungan. Oleh karena itu, orang Cina lebih tertarik pada komitmen yang berlangsung lama dan jujur untuk bekerja sama daripada kontrak ynag tampaknya mulus tanpa jebakan. Orang Cina percaya bahwa kontrak yang ditandatangani menandari berakhirnya tahap pertama dalam hubungan bisnis, bukanlah persetujuan akhir. Dengan tanda tangannya, orang yang membubuhkan tanda tangan pada kontrak apapun secara otomatis akan diakui sebagi rekan kerjanya dengan tanggung jawab untuk membantu persetujuan bila ada kesulitan yang timbul. Hal tersebut dipandang bukan hanya perlu untuk bisnis, melainkan juga masalah reputasi perusahaan atau organisasi.
Seorang manajer tidak membuat keputusan secara terpisah. Selain manajer, orang lain dalam perusahaan atau organisasi pun membuat keputusan. Ketika manajer memproyeksikan konsekuensi yang mungkin terjadi dari keputusan mereka sendiri, mereka harus waspada bahwa keputusan orang lain mungkin bertentangan dengan keputusan mereka. Pengambikan keputusan, secara singkat, merupakan proses yang dilakukan manajer dalam hubungan dengan pembuat keputusan yang lain.
c.   Masalah dan Peluang Menemukan
               Pengambilan keputusan berhubungan dengan masalah. Keputusan akan diambil jika ingin menyelesaikan masalah. Suatu masalah muncul apabila keadaan sebenarnya berbeda dari keadaan yang diinginkan. Misalnya, masalah yang dikeluhkan pelanggan mengenai lambatnya penyerahan barang pesanan. Untuk mengatasi hal ini, manajer dapat mengambil keputusan melakukan perbaikan untuk mendisain ulang proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan.
D. Proses Menemukan Masalah
William Pounds mengatakan bahwa proses menemukan masalah sering kali informal dan intuitif. Empat macam situasi biasanya memberi peringatan kepada manajer tentang kemungkinan adanya masalah, yaitu:
a.   
Deviasi, dari pengalaman masa lalu berarti pola prestasi sebelumnya dalam organisasi terlampaui. Contoh, penjulan tahun ini merosot dibanding tahun lalu, biaya tiba-tiba naik, jumlah karyawan yang keluar naik. Peristiwa seperti ini memberikan indikasi bahwa ada masalah yang telah berkembang di dalam perusahaan.
b.    Deviasi, dari rencana yang ditetapkan berarti proyeksi atau harapan manajer tidak terpenuhi. Contoh, tingkat laba lebih rendah daripada yang diantisipasi, anggaran dari sebuah departemen kurang, sebuah proyek tidak sesuai dengan jadwal. Peristiwa seperti itu memberi tahu manajer bahwa ada yang harus dilakukan untuk mengembalikan rencana ke jalur semula.
c.    Orang lain, seringkali memberi tahu masalah kepada manajer. Contoh, pelanggan mengeluh mengenai keterlambatan pengiriman barang, manajer dari tingkat yang lebih tinggi menentukan standar prestasi yang baru untuk departemen manajer yang bersangkutan, karyawan mengundurkan diri. Banyak keputusan yang sehari-hari dibuat oleh manajer menyangkut masalah yang disebabkan oleh orang lain.
d.    Prestasi pesaing, dapat juga menciptakan situasi pemecahan masalah. Kalau perusahaan lain mengembangkan proses baru atau ada perbaikan dalam prosedur pengoperasian, manajer mungkin harus mengevaluasi ulang proses atau prosedur